Menyelam Lebih Dalam di Lima Area Wisata Kota Yogyakarta yang Diminati Oleh Wisatawan

    Hai pembaca RAMHZ Blog, selamat datang di tulisan pertama penulis! Kali ini penulis mengajak kalian untuk mengintip top 5 tempat wisata dimana penulis berasal, yaitu Yogyakarta. Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan wisata-wisata yang ada di Yogyakarta seperti Jalan Malioboro, Keraton, Taman Sari, Taman Pintar, dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Tetapi penulis ingin mengajak kalian menyelam lebih dalam lagi di area wisata ini. Oke, tidak perlu berlama-lama langsung saja ke isinya.

    Tahun 2025 Yogyakarta bukan lagi sekadar kota budaya biasa, Akan tetapi sudah berubah sebagai pusat destinasi setelah pengakuan Sumbu Filosofis sebagai Warisan Dunia UNESCO. Penulis menyusun artikel ini untuk kalian yang mencari efisiensi waktu dan biaya saat berlibur di Yogyakarta. Penulis juga sudah melakukan riset-riset mandiri dengan data sekunder tentang tren wisata di Yogyakarta di Bulan Juli tahun 2025 ini.

1. Jalan Malioboro Yogyakarta

    Sumber : backpackerjakarta.com

    Area ini merupakan Ikon Utama kota Yogyakarta yang menjadi pusat oleh-oleh, kuliner, dan kerajinan tangan. Area ini selalu penuh dengan wisatawan yang ingin menikmati suasana Kota Yogyakarta terutama saat malam dengan sekedar berjalan kaki di trotoar yang sudah di renovasi agar lebih nyaman atau naik dokar yang tersedia di pinggiran jalannya.

Daya Tarik Utama Jalan Malioboro :

  Berdasarkan ulasan-ulasan yang penulis kumpulkan dan rangkum dari orang-orang yang pernah mengunjungi jalan Malioboro, berikut ini adalah daya tarik area tersebut menurut wisatawan :
  • Pusat Belanja & Kuliner Komplit : Jalan Malioboro adalah pusat belanja oleh-oleh khas Jogja yang komplit. Mulai dari pakaian batik, barang kulit, hingga souvenir terutama di area Teras Malioboro sampai Pasar Beringharjo. Dulu sebelum area trotoar di Jalan Malioboro ini di renovasi seperti sekarang, saat penulis masih usia sekolah dasar pun sering membeli dompet kulit, mainan dan berkuliner di sekitar area Jalan Malioboro bersama keluarga.
  • Suasana Malam yang Syahdu : Saat malam tiba, kawasan Jalan Malioboro menjadi tempat favorit untuk nongkrong, menikmati alunan musik dari “musisi jalanan”, dan menyantap kuliner di warung lesehan. Tapi seingat penulis saat terakhir kesana, lesehan di Jalan Malioboro sudah di relokasikan agar suasana trotoar bisa lebih tertib. Jika kalian mencari warung lesehan, cobalah berjalan ke utara Stasiun Tugu. Kalian akan menemukan warung lesehan disana.
  • Arsitektur & Nilai Sejarah : Walaupun sedikit yang melihat nilai ini, tetapi memang ada beberapa wisatawan dari ulasan-ulasan yang penulis rangkum yang menilai arsitektur yang berdiri sepanjang Jalan Malioboro. Wisatawan ini menilai bahwa ke-estetikan bangunan dan nilai sejarahnya bisa dijadikan poin tambahan bagi mereka yang memburu nilai bangunan kuno untuk diabadikan di foto.
  • Lokasi Strategis & Pedestrian : Sejak 26 Januari 2022, Jalan Malioboro ini sudah dilakukan renovasi besar-besaran untuk kenyamanan pejalan kaki di Trotoar. Relokasi PKL yang dilakukan ke Teras Malioboro pun juga dilakukan demi kenyamanan pejalan kaki. Dari yang penulis baca pun area Jalan Malioboro sudah mulai di tetapkan kebijakan Car Fee Night yang sudah mulai di tahun 2025 mulai dari pukul 17.00 – 22.00 WIB. PEMDA setempat menargetkan di tahun 2026 kawasan Jalan Malioboro sudah menjadi area full pedestrian. Ah satu lagi, seingat penulis area Jalan Malioboro sekarang sudah menjadi area bebas asap rokok! Jadi bagi kalian yang ingin merokok mungkin bisa ditahan sebentar sembari mencari info apakah ada spot khusus perokok (smoking area) karena penulis belum sempat ke Jalan Malioboro lagi. Jika kalian sudah mendapatkan infonya, kalian bisa menambahkan infonya di kolom komentar.

Informasi Praktis 2025

  • Harga Tiket :
    • Kawasan Jalan Malioboro adalah area terbuka, jadi tidak dipungut biaya apapun atau gratis.
    • Karena Malioboro adalah area terbuka, jam operasionalnya tentu 24 Jam.
  • Jika kalian membawa kamera profesional seperti DSLR untuk keperluan pribadi, sepengetahuan penulis tidak akan dipungut biaya apapun. Jika untuk keperluan komersial, pre-wedding yang tidak hanya butuh menggunakan kamera tetapi juga lightning besar dan tripod yang bisa mengganggu pejalan kaki lain, penulis menyarankan kalian agar meminta izin terlebih dulu kepada petugas Jogoboro atau Dinas Kebudayaan setempat.

Tips dan info tambahan :

  • Jika kalian ingin berfoto, selalu gunakan trotoar atau area pejalan kaki. Saat ini Malioboro sedang ditata menjadi area full pedestrian sehingga ruang foto semakin luas dan nyaman.
  • Jika kalian mencari waktu terbaik untuk foto, cobalah di jam 6 pagi sampai jam 8 pagi atau saat malam hari diatas jam 10 untuk menghindari keramaian.
  • Jika kalian ingin menghabiskan waktu kalian dengan berjalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro, cobalah di jam 5 sore sampai jam 9 malam. Ini merupakan waktu yang paling syahdu di Jalan Malioboro dimana, lampu-lampu disana sudah menyala dan musisi jalanan sudah mengalunkan musik mereka.
  • Gunakanlah alas kaki yang nyaman seperti sepatu sneakers yang nyaman digunakan untuk berjalan kaki atau preferensi kalian sendiri.
  • Tetap jaga barang bawaan kalian!

2. Keraton Yogyakarta


    Bangunan ini merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Saat kalian menginjakkan kaki disini, kalian bisa langsung merasakan nilai sejarah dan budaya Jawa yang sangat kental. Keraton Yogyakarta didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I setelah Perjanjian Giyanti dilakukan pada 13 Maret 1755 dan selesai di tanggal 7 Oktober 1756. Sebagai catatan tambahan, proses pembangunan Keraton benar-benar mulai di tanggal 9 Oktober 1755. (Sumber : kratonjogja.id).

Daya Tarik Utama Keraton Yogyakarta :

  • Arsitektur Jawa Klasik & Filosofi : Bangunan Keraton Yogyakarta dirancang dengan gaya Jawa tradisional yang kental, berpadu dengan pengaruh Protugis, Belanda, dan Cina, mencerminkan konsep “Manunggaling Kawula lan Gusti” (kesatuan manusia dengan Tuhan).
    • Filosofi bangunan Keraton Yogyakarta : Berpusat pada Hayuning Bawono (memperindah keindahan alam) dan Manunggaling Kawulo Gusti (bersatunya rakyat dengan raja/Tuhan). Tata ruangnya dirancang lurus dari utara (Gungung Merapi) ke Selatan (Laut Selatan. Tetapi di sumber yang penulis lakukan riset disebutkan Panggung Krapyak (Sumber : kratonjogja.id).
  • Pusat Pelestarian Seni Budaya : Tempat berlangsungnya pertunjukan seni tradisional secara rutin, seperti tarik klasik, wayang kulit dan macapat. Berdasarkan riset yang penulis lakukan, pertunjukan seni budaya di Keraton Yogyakarta rutin di gelar di Bangsal Srimanganti setiap Selasa sampai Minggu mulai dari jam 9 pagi hingga jam 11 siang. Jangan sampai kecolongan! Hari Senin Keraton Yogyakarta tutup untuk keperluan internal keraton termasuk pembersihan dan perawatan area sehingga tidak ada pementasan seni. Untuk harga tiketnya akan penulis jelaskan di segmen HTM setelah penjelasan daya tarik ini.
    • Dari hasil riset penulis, berikut ini adalah jadwal pertunjukan seni budaya di Keraton Yogyakarta :
      • Selasa : Musik Karawitan
      • Rabu : Wayang Golek Menak
      • Kamis : Tari Klasik Gaya Yogyakarta
      • Jum’at : Macapat (Sastra Jawa)
      • Minggu : Wayang Orang / Tari
  • Abdi Dalem : Interaksi dan kehadiran Abdi Dalem yang setia menjaga tradisi, pakaian adat, dan tata krama keraton.
  • Museum Koleksi Kesultanan : Menyimpan benda-benda bersejarah, seperti keris manuskrip kuno, dan lukisan.
  • Museum Kereta : Menampilkan berbagai kereta kuda yang digunakan keluarga kerajaan.
  • Wisata Budaya & Edukasi : Menyuguhkan wawasan mendalam mengenai sejarah Mataram Islam dan kehidupan istana.

Informasi Praktis 2025

  • Jam Operasional Keraton Yogyakarta : Dari kunjungan yang pernah penulis lakukan, keraton Yogyakarta buka pukul 08.30 – 14.00 WIB. Di hari Jum’at terdapat sedikit perbedaan yaitu buka jam 08.00 – 12.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menghormati Ibadah Sholat Jum’at yang dilaksanakan oleh Sultan dan para abdi dalem di area Keraton. Jika kalian mempunyai update informasi, bisa kalian tambahkan di kolom komentar. Penulis juga menyarankan agar menggunakan sepatu saat mengunjungi Keraton untuk menjaga kesopanan. Di area tertentu, alas kaki juga sering dilepas sebagai bentuk penghormatan.
  • Tabel dibawah, biaya tambahan kameran profesional, dan biaya parkir penulis susun berdasarkan hasil riset dan pengalaman pribadi penulis untuk harga-harga yang berlaku di area Keraton Yogyakarta per Juli 2025 :
Jenis Wisatawan Harga
Wisatawan Domestik :
  • Dewasa
  • Anak - Anak

 

  • Rp. 15.000,-
  • Rp. 10.000,-
Wisatawan Mancanegara :
  • Dewasa
  • Anak – Anak


  • Rp. 25.000,-
  • Rp. 20.000,-
Catatan : Dari pengalaman penulis, harga ini sudah termasuk untuk menonton pertunjukan seni yang di gelar di Keraton. Kalian bisa tambahkan update info jika terdapat perbedaan informasi di kolom komentar.
  • Biaya tambahan untuk izin penggunaan kamera profesional di area Keraton
    • DSLR / Mirrorless : Rp. 15.000 – Rp. 20.000,-
    • Catatan Penting :
      • Kamera HP : Biasanya gratis.
      • Penggunaan alat : Tripod atau kamera besar wajib lapor dan bayar biaya tambahan. Penulis belum bisa menemukan tambahan biayanya, jadi jika kalian sempat atau sudah melakukan hal ini dan mempunyai info tambahan, kalian bisa tambahkan di kolom komentar.
  • Parkir Motor : Rp. 2.000 – Rp. 3.000,- | Parkir Mobil : Rp. 5.000 – Rp. 10.000,-

Larangan di area Keraton Yogyakarta

    Poin ini penulis cantumkan berdasarkan pengalaman pribadi dan riset yang penulis lakukan :
  • Pakaian & Aksesoris : Dilarang memakai topi, kaca mata hitam, payung, dan pakaian yang bermotif batik tertentu seperti Parang Rusak atau Kawung yang merupakan motif khusus keluarga kerajaan. Disarankan menggunakan pakaian berkerah seperti kaos polo atau kemeja, rok / celana panjang. Dilarang menggunakan celana pendek, rok pendek, kaos oblong, tank top dan pakaian berbahan jeans karena dianggap tidak sopan.
  • Etika Berfoto : Tidak boleh berfoto membelakangi Kedhaton atau tempat tinggal Sultan.
  • Sikap : Dilarang berfoto selfie membelakangi abdi dalem, tidak boleh duduk sembarangan di area Keraton, dan dilarang menyentuh koleksi barang bersejarah yang ada di Museum Keraton dan sekitarnya.

Tips-Tips Berkunjung ke Keraton Yogyakarta

  1. Jangan Membelakangi Objek Sakral. Seperti yang sudah penulis paparkan diatas, kalian jangan berfoto membelakangi Kedhaton atau tempat tinggal Raja atau membelakangi Abdi Dalem.
  2. Jika kalian ingin berfoto bersama Abdi Dalem, mintalah izin terlebih dulu kepada mereka dengan sopan.
  3. Hindari duduk di area atau benda-benda yang tidak diperuntukkan untuk duduk, terutama di area yang bertanda khusus.
  4. Lepas topi atau penutup kepala kalian saat memasuki area tertentu sebagai bentuk penghormatan.
  5. Jangan menyentuh benda bersejarah, barang museum, atau perabotan keraton untuk menjaga kelestarian.
  6. Gunakan pakaian yang sopan sebagaimana yang sudah penulis jelaskan di segmen larangan di area keraton.
  7. Titipkan barang beroda seperti stroller atau koper karena medan di area Keraton berpasir dan tangga. Ada area khusus yang mempunyai petugas untuk menitipkan barang-barang kalian.
  8. Jika kalian berencana menonton pertunjukan seni di Keraton, cek jadwal pertunjukan seninya agar kalian dapat menonton kesenian yang kalian inginkan.

3. Taman Sari

    Sumber : detik.com

    Taman Sari Yogyakarta adalah Situs bekas taman istana atau pesanggrahan Keraton Yogyakarta yang dibangun pada Masa Sultan Hamengkubuwono I. Tempat ini dikenal sebagai “Istana Air” karena memiliki kompleks pemandian yang megah serta danau buatan dengan kanal-kalan air di masa lalunya. Taman Sari memiliki luas 12,66 hektar dengan sekitar 57 bangunan dimana 15 diantaranya merupakan bangunan utama baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. (Sumber : id.wikipedia.org)

Daya Tarik Utama Taman Sari

    Dari ulasan-ulasan yang tersebar luas, penulis mengambil kesimpulan daya tarik utama dari Taman Sari adalah perpaduan keindahan arsitektur kuno, sejarah, dan nilai estetikanya. Dari pengalaman penulis yang pernah mengunjunginya, memang Taman Sari ini sangat unik karena memiliki lorong-lorong penghubung yang berada di bawah tanah yang dulunya digunakan sebagai jalur evakuasi. Berikut adalah rangkuman dari penulis untuk daya tarik utama dari Taman Sari
  • Umbul Pasiraman (Kolam Pemandian) : Area kolam utama yang dahulu digunakan sultan dan permaisuri untuk membersihkan diri dan bersantai, dikelilingi bangunan dua lantai. Dari hasil riset penulis, spot ini juga sering digunakan sebagai foto pre-wedding yang tersebar di media sosial.
  • Lorong Bawah Tanah (Sumur Gumuling) : Bangunan masjid bawah tanah dengan arsitektur melingkar yang menakjubkan. Lorong-lorong rahasia disini dulunya digunakan sebagai jalur evakuasi yang aman untuk Sultan dan keluarga kerajaan, sekaligus akses cepat untuk menuju masjid bawah tanah. Lorong ini dirancang untuk keamanan, privasi, dan mobilitas strategis di dalam kompleks Taman Sari.
  • Arsitektur yang Unik : Desain bangunan yang menggabungkan gaya tradisional Jawa dan Portugis menciptakan suasana Eropa-Jawa yang sangat estetik dan bernilai sejarah sangat tinggi.
  • Spot Foto yang Unik : Bagi kalian pecinta sejarah dan ingin mengabadikan foto-fotonya, Taman Sari merupakan destinasi yang wajib kalian masukkan ke top list kalian. Keindahan arsitektur, lorong, dan kolam menjadikan Taman Sari populer untuk foto wisata dan konten media sosial.
  • Kawasan Kampung Wisata : Terletak di kawasan heritage yang menawarkan pengalaman budaya, kerajinan batik, serta suasana kampung yang asri.

Informasi Praktis 2025

  • Jam Operasional : Taman Sari Yogyakarta buka setiap hari mulai dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Dulu penulis sempat berkunjung hingga jam 4 sore, namun tidak ada teguran. Tetapi ada baiknya kalian bertanya lagi kepada petugas untuk memastikan kapan Taman Sari selesai beroperasi.
  • Harga Tiket Masuk :
    • Data ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan hasil riset yang dilakukan penulis.
Wisatawan Domestik :
  • Dewasa
  • Anak – Anak

 

  • Rp. 15.000,-
  • Rp. 10.000,-
Wisatawan Mancanegara :
  • Dewasa
  • Anak - Anak

  • Rp. 25.000,-
  • Rp. 20.000,-
Foto Pre-wedding Rp. 250.000,-
Jasa Pemandu Wisata (Opsional) Rp. 25.000 – Rp. 30.000,-   
Catatan : Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Penulis menyarankan kalian untuk mengecek sosial media resmi @wisatatamansariyogyakarta atau situs tourism.kratonjogja.id sebelum berkunjung.
  • Aturan di Area Taman Sari (Berdasarkan hasil riset penulis dan pengalaman pribadi)
    • Tidak boleh cuci muka, tangan, atau kaki di kolam pemandian utama. Cukup foto di pinggir kolam.
    • Dilarang keras memegang, bersadnar, atau memanjat dinding / struktur bangunan kuno untuk mencegah kerusakan.
    • Dilarang membuang sampah sembarangan dan merokok di area tertentu.
    • Menjaga ketenangan dan mematuhi instruksi pemandu wisata.

Tips-Tips Mengunjungi Taman Sari Yogyakarta

  1. Datanglah saat hari kerja atau weekdays (jika sempat) untuk menghindari antrean panjang dan keramaian di hari libur jika kalian ingin mengelilingi Taman Sari dengan tenang.
  2. Penulis sangat menyarankan menyewa pemandu wisata untuk menjelaskan sejarah lorng bawah tanah, masjid bawah tanah dan kolam pemandian. Terakhir penulis berkunjung, penulis tidak menyewa pemandu wisata, jadi rasanya kurang maksimal menelusuri jejak sejarah di Taman Sari.
  3. Jangan lewatkan foto di area kolam pemandian, lorong-lorong yang ada di Taman Sari, dan tangga melingkar di dalam sumur bawah tanah. Ini adalah spot foto yang sangat ikonik di Taman Sari. Penulis sempat berfoto di area sumur bawah tanah, sayang foto tersebut berada di HP penulis yang sudah rusak jadi penulis tidak bisa membagikannya disini.
  4. Tetap perhatikan pakaian kalian! Gunakan pakaian yang santai, nyaman namun tetap sopan. Area Taman Sari berdekatan dengan Keraton Yogyakarta jadi ada kemungkinan adab berpakaian tetap di perhatikan disini.
  5. Bawa air minum! Berjalan mengelilingi seluruh kompleks Taman Sari cukup menguras tenaga. Jangan lupa juga, buang sampah botol air minum di tempat sampah! Jika belum menemukan tempat sampah, jangan dibuang sembarangan!

4. Taman Pintar

    Sumber : 1001malam.com

    Taman Pintar merupakan tempat wisata edukasi atau edupark di pusat Kota Yogyakarta yang menggabungkan konsep bermain dan belajar sains bagi anak-anak hingga remaja. Lokasi Taman Pintar sendiri sangat strategis karena dekat dengan Jalan Malioboro, Titik Nol Kilometer Yogyakarta, dan Benteng Vredeburg.

    Dari riset yang dilakukan penulis, Taman Pintar menjadi destinasi utama liburan sekolah dengan lonjakan pengunjung mencapai 3.000 – 4.000 orang per hari. Karena hal itu juga, pengelola meningkatkan layanan pembayaran melalui non tunai atau QRIS dan mobile information untuk mengatasi antrean yang mengular.

Daya Tarik Utama

Daya Tarik utama Taman Pintar Yogyakarta adalah kombinasi wahana sains interaktif (Gedung Oval – Kotak), Planetarium Digital, Dino Adventure, dan Wahana Kampung Kerajinan yang edukatif. Berikut penulis susun rincian daya tarik utamanya :
  • Wahana Interaktif & Edukatif : Gedung Oval dan Kotak menyediakan berbagai alat peraga iptek interaktif, zona fisika, dan zona paleozoic.
  • Planetarium : Menampilkan simulasi langit malam Yogyakarta menggunakan proyektor digital canggih.
  • Dino Adventure : Wahana edukasi sejarah purbakala dengan nuansa petualangan.
  • Kampung Kerajinan : Tempat favorit anak-anak untuk berkreasi termasuk melukis dan kreasi batik.
    Terakhir penulis mengunjungi Taman Pintar itu saat masih SMA sekitar tahun 2012, jadi belum ada yang namanya Dino Adventur, Zona Palezoic, Wahana Zona 180˚, Video Booth 360˚, Zona Jelajah Laut Nusantara, Zona Anti Korupsi, Zona Pengolahan Sampah & Biopori, dan Peraga Manual Pump. Jadi jika kalian berniat mengajak buah hati kalian untuk mengunjungi taman pintar namun khawatir tidak ada hal yang menarik untuk mereka, jangan khawatir. Taman Pintar sekarang sudah sangat lengkap untuk mengedukasi buah hati kalian serta bermain di Wahana-Wahan yang ada disana. Buah hati kalian bisa mendapatkan nilai Edukasi, Integritas, dan Kreativitas dalam satu area wisata!

    Penulis pun juga berkeinginan mengajak buah hati penulis untuk mengunjungi Taman Pintar Yogyakarta yang sekarang, mengingat sudah banyaknya penambahan Wahana Edukatif yang bisa menjadi hiburan sekaligus pembelajaran untuk buah hati penulis saat berkunjung ke sini.

Informasi Praktis 2025

  • Jam Operasional : Berdasarkan info terbaru, Taman Pintar Yogyakarta beroperasi setiap hari mulai dari jam setengah 9 pagi sampai jam 4 sore. Jadi, pastikan kalian membeli tiket masuknya sebelum jam 3 sore untuk masuk ke Wahana permainan. Jam Tayang Planetarium mulai dari jam setengah 10 pagi sampai dengan jam setengah 4 sore. Khusus hari jum’at ada penyesuaian jadwal planetarium mulai jam 11 siang sampai jam setengah 12 siang. Jika kalian merasa memiliki update info terbaru, jangan sungkan untuk bagikan di kolom komentar.
  • Harga Tiket Masuk : Harga Tiket Masuk Taman Pintar Yogyakarta berkisar dari Rp. 8.000,- sampai Rp. 25.000,- per orang tergantung dari Wahana yang diambil. Dari riset yang penulis lakukan, harga tiket terbagi berdasarkan wahana seperti Gedung Oval – Kotak, Planetarium, dan Dino Adventure
Wahana Kategori Harga
Gedung Oval & Kotak Dewasa
Anak – Anak (3 – 18 tahun)
Rp. 24.000,-
Rp. 14.000,-
Planetarium Semua Umur Rp. 25.000,-
Dino Adventure Dewasa
Anak – Anak
Rp. 25.000,-
Rp. 20.000,-
Teater 4D Dewasa
Anak - Anak
Rp. 20.000,-
Rp. 15.000,-
Paket Rombongan Min. 21 – 42 orang Rp. 446.700 – 534.700,-
Catatan :
  • Pembaruan 2025 : Terdapat zona baru seperti Zona Jelajah Laut Nusantara, Fosil, Air Menari, dan Metrologi.
  • Tiket Planetarium dan Teater 4D biasanya memerlukan tiket masuk Gedung Oval – Kotak
  • Paket rombongan dirancang untuk mempermudah akses ke wahana utama dan memberikan layanan tambahan untuk rombongan sekolah ataupun instansi. Berdasarkan data operasional tahun 2025, paket rombongan mencakup wahana berikut :
    • Gedung Oval – Kotak
    • Planetarium
    • Jika kalian ingin ke Dino Adventure, Teater 4D dan Wahana Bahari, kalian harus membayar tiket tambahan ke wahana tersebut.
    • Fasilitas khusus rombongan tidak hanya tiket, tetapi juga ada Layanan Antar – Jemput Gratis, Promo Bonus Tiket setiap pembelian 20 tiket rombongan biasanya mendapatkan 1 tiket gratis yang berlaku untuk gedung oval-kotak dan planetarium. Khusus untuk rombongan sekolah, biasanya disediakan petugas lapangan untuk memandi menjelaskan alat peraga.
  • Harga dapat berubah sewaktu-waktu, terutama saat libur panjang.

Tips Mengunjungi Taman Pintar Yogyakarta

  1. Datanglah lebih pagi sekitar pukul setengah 9 pagi untuk menghindari antrean panjang.
  2. Beli tiket secara online atau persiapkan uang pas untuk mempercepat proses di loket.
  3. Area Taman Pintar itu luas, jadi gunakanlah alas kaki yang nyaman seperti sepatu.
  4. Bawa air minum sendiri. Jika kalian tidak ingin ribet mencari air minum saat berada di Taman Pintar, alangkah baiknya kalian membawa air minum sendiri. Sekali lagi penulis ingatkan, botolnya jangan dibuang sembarangan!
  5. Dari pengalaman penulis yang terakhir mengunjungi taman pintar di tahun 2012, jangan lewatkan wahana Dino Adventur, Zona Palezoic, Zona Jelajah Laut Nusantara, Zona Anti Korupsi, dan Zona Pengolahan Sampah & Biopori. Itu bisa menjadi pengalaman tambahan untuk buah hati kalian saat mengunjungi Taman Pintar.
  6. Di area Taman Pintar di perbolehkan membawa stroller sendiri, jadi jika kalian membawa buah hati kalian yang masih BATITA, kalian bisa menggunakan stroller.

5. Titik Nol Kilometer

    Sumber : id.wikipedia.org

    Kawasan ini adalah kawasan persimpangan yang dianggap sebagai jantung dan pusat geografis Kota Yogyakarta. Lokasi ini menjadi titik patokan pengukuran jarak antar wilayah di Yogyakarta dan sekitarnya. Kawasan ini juga sering diungkapkan sebagai saksi bisu peristiwa penting seperti Serangan Umum 1 Maret 1949. 

Daya Tarik Utama Titik Nol Kilometer Yogyakarta

    Dari hasil pengamatan penulis yang sering lewat jalan ini ketika pulang kampung, berikut adalah rangkuman daya tarik utama Titkk Nol Kilometer Yogyakarta :
  • Bangunan Bersejarah Berasitektur Belanda
    Kawasan ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua peninggalan era Belanda yang masih kokoh dan terawat. Bangunan ikonik ini sering menjadi latar belakang foto favorit wisatawan :
    • Gedung BNI 1946 : Salah satu ikon visual utama di perempatan Titik Nol.
    • Kantor Pos Besar Yogyakarta : Terletak di sisi selatan perempatan.
    • Gedung Bank Indonesia : Terletak di sebelah Timur Kantor Pos Besar Yogyakarta.
    • Gedung Agung (Istana Kepresidenan) : Terletak di sebelah Barat jalan.
  • Lokasi Strategis di Jantung Kota
    Kawasan ini merupakan pertemuan empat jalan utama : Jalan Malioboro, Jalan Pangurakan, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Panembahan Senopati. Karena lokasinya yang sentral, tempat ini menjadi pintu utama menuju destinasi populer lainnya seperti :
    • Museum Benteng Vredeburg.
    • Pasar Beringharjo untuk belanja batik dan kuliner.
    • Alun-Alun Utara dan Keraton Yogyakarta yang berjarak sangat dekat.

  • Wisata Malam dan Atmosfer Kota
    Pada malam hari, kawasan ini berubah menjadi tempat nongkrong dan bersantai entah itu pasangan muda, keluarga, atau personal yang sedang menikmati public solitude. Suasana lampu kota dengan dekorasi bergaya klasik memberikan kesan syahdu dan romantis. Titik Nol Kilometer ini juga sering ada atraksi seni, komunitas yang berkumpul sampai dengan musisi jalanan yang menghibur para pengunjung yang sedang duduk santai di bangku-bangku yang tersedia di trotoar. Belum lagi setiap sudutnya menawarkan estetika kota tua yang modern namun tetap kental dengan budaya Jawa.

Informasi Praktis 2025

    Sejujurnya tidak banyak yang bisa disampaikan untuk Titik Nol Kilometer ini. Area ini adalah area terbuka dengan HTM yang pasti gratis. Pertunjukan-pertunjukan yang digelar disinipun biasanya terbuka untuk umum dan gratis seperti Musik & Tari Jalanan, Kirab & Pawai Budaya, Event Tahunan seperti imlek atau barade budaya, dan Pertunjukan Seni Kontemporer.

    Intinya jika kalian kesini, kalian hanya perlu bawa badan saja beserta bekal makanan minuman jika kalian tidak ingin membeli jajanan. Jika kalian membawa buah hati kalian, pastikan kalian mengamati keadaan sekitar, kadang ada orang yang memeragakan kostum hantu-hantu yang terkenal di Indonesia. Jika buah hati kalian cukup berani, tidak masalah jika diajak mendekat. Tapi jika buah hati kalian masih takut, lebih baik menjauh (pengalaman pribadi karena anak langsung menjerit histeris setelah melihat orang berkostum pocong).

    Jika ditanya gunanya apa mengunjungi destinasi ini? Kalau saran dari penulis yang memiliki sisi public solitude mungkin kalian harus mengunjungi destinasi ini sendiri dulu. Meresapi suasana malam di Titik Nol Kilometer ini, amati keadaan sekitar seperti interaksi orang-orang disekitar, dari situ kalian mungkin akan merasakan kalau kata orang “Orang di Jogja itu slow living” bakal terlihat sedikit disini. Kalau kalian sudah mendapatkan hal tersebut, mungkin kalian bisa mengajak pasangan kalian dan keluarga kalian kesini.

Rekomendasi Kuliner Lokal

    Setelah puas berjalan-jalan di Kota Yogyakarta, rasanya tidak lengkap kalau belum memanjakan lidar dengan kearifan rasa lokal. Disini penulis akan memberikan beberapa rekomendasi untuk kalian berdasarkan pengalaman penulis (karena penulis dan istri penulis lebih sering menghabiskan waktu kulineran di kota asal kami dari pada berwisata. Karena berwisata di Kota sendiri sudah cukup sulit saat liburan. Kami lebih prefer jika mengambil cuti dan mengunjungi tempat wisata ini saat weekdays hehehe....) :

Lumpia Samijaya


    Lumpia ini adalah jajanan kaki lima legendaris di kawasan Malioboro Yogyakarta yang sudah ada sejak tahun 1976. Penulis pun sering jajan lumpia ini saat masih SMA dulu waktu harganya masih Rp. 2.000,- per pcs nya. Sebenarnya ada foto pribadi penulis saat menikmati Lumpia Samijaya ini semasa SMA, tapi sayangnya foto itu berada di HP Sony penulis yang sudah lama diganti. Banyak sebenarnya kenangan-kenangan di area Yogyakarta ini, tapi fotonya tidak terselamatkan 😔 Lumpia ini menawarkan dua varian utama dengan isian rebung, wortel dan daging ayam :
  • Lumpia Ayam : Varian standar dengan isian ayam yang gurih.
  • Lumpia Spesial : Menggunakan isian ayam ditambah dengan telur puyuh di dalamnya.
  • Harga : Untuk sekarang harganya sudah berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 6.000,- per biji.

Gudeg Yu Djum

    Sumber : visitingjogja.jogjaprov.go.id

    Gudeg ini adalah salah satu ikon gudeg kering Jogja yang memiliki cabang di sekitar Jalan Malioboro dan Wijilan. Gudeg ini merupakan favorit dari keluarga besar penulis jika mereka mengunjungi Jogja. Berdiri sejak 1950 oleh Ibu Djuwariah yang lebih dikenal dengan sapaan akrab “Yu Djum” Gudeg ini tidak hanya salah satu ikon, tetapi juga salah satu kuliner legend di Kota Yogyakarta.

    Harga di menu Gudeg Yu Djum bervariasi tergantung pada jenis lauk dan kemasan yang kalian pilih. Berikut adalah estimasi rincian harganya :

Menu Nasi Gudeg (Makan di Tempat)

Pilihan ini biasanya disajikan di piring untuk santap langsung di tempat makan.
  • Nasi Gudeg Krecek Tahu / Tempe : Rp. 15.000 – Rp. 18.000,-
  • Nasi Gudeg Krecek Telur : Rp. 24.000 – Rp. 31.000,-
  • Nasi Gudeg Krecek Ayam Suwir : Rp. 25.000 – Rp. 31.000,-
  • Nasi Gudeg Krecek Telur + Ayam Suwir : Rp. 32.000 – Rp. 42.000,-
  • Nasi Gudeg Krecek Paha Atas / Dada : Rp. 44.000 – Rp. 55.000,-
Paket Oleh-Oleh (Besek & Kendil)

Kemasan tradisional ini dibuat untuk porsi keluarga atau buah tangan.
  • Paket Besek (Kecil / Standar) : Mulai dari Rp. 80.000 – Rp. 112.000,- biasanya berisi gudeg, krecek, dan 5 telur.
  • Paket Besek Lengkap : Mulai dari Rp. 180.000 – Rp. 200.000 isi telur dan beberapa potong ayam kampung.
  • Paket Kendil : Mulai dari Rp. 220.000 – lebih dari Rp. 450.000,- untuk porsi besar dengan ayam utuh 1 ekor.
Gudeg Kaleng (Praktis & Tahan Lama)

Tersedia di berbagai platform belanja seperti Tokopedia dan Blibli.
  • Varian Telur & Tahu : Rp. 35.000 – Rp. 42.000,-
  • Varian Telur & Ayam Suwir : Rp. 43.000 – Rp. 65.000,-
  • Sambal Goreng Krecek Kaleng : Rp. 61.000,-

Angkringan Kopi Joss

                  Sumber : food.detik.com

    Sebenarnya dari riset-riset yang penulis lakukan, angkringan Kopi Joss ini banyak yang mengarah ke Angkringan Kopi Joss Lik Man karena merupakan pelopor Kopi Joss sejak tahun 1968. Tapi penulis tidak ingin kalian terpatok hanya kepada Angkringan Lik Man saja, makin kesini makin banyak juga angkringan Kopi Joss yang dulunya berada di sisi Utara Stasiun Tugu kini telah di relokasi lebih rapi di bagian Timur Jalan Mangkubumi yang bisa kalian pilih sesuai selera. Varian harga angkringan – angkringan ini juga tidak jauh berbeda, berksiran antara Rp. 15.000 – Rp. 25.000.

    Kalau dulu saat SMA, penulis sih lebih sering nongkrong dengan teman-teman SMA di angkringan kopi joss dekat stasiun tugu. Selain menikmati suasana malam, kita juga bisa memandang lalu lalang kendaraan di malam minggu dan interaksi orang-orang sekitar. Jadi suasanya juga lebih hidup. Sebenarnya masih banyak kuliner yang ingin penulis ulas. Tetapi karena memikirkan panjangnya artikel penulis hanya mencantumkan 3 kuliner legend ini saja.

Itinerary Perjalanan 2 Hari 1 Malam (2D1N)

    Itinerary ini disusun agar kalian tidak terlalu kelelahan saat berjalan-jalan di Yogyakarta. Penulis juga memikirkan destinasi mana dulu yang enak dikunjungi dari pagi hingga malam.

Hari Pertama : Fokus Sejarah dan Budaya Yogyakarta

  • 08.30 – 09.00 : Sampai di Keraton Yogyakarta ketika jam operasional baru dimulai agar suasana masih segar.
  • 09.00 – 11.00 : Menonton Pertunjukan Seni Budaya rutin di Bangsal Srimanganti. Pastikan kalian datang di hari yang tepat agar kalian melihat pertunjukan yang kalian inginkan.
  • 11.00 – 12.30 : Eksplorasi kompleks kediaman Sultan, melihat koleksi museum dan berinteraksi dengan para Abdi Dalem. Pastikan kalian berinteraksi dengan sopan.
  • 12.30 – 13.30 : Makan siang di area sekitar Keraton. Kalian bisa mencoba Gudeg Yu Djum yang legendaris untuk rasa lokal yang autentik.
  • 13.30 – 15.00 : Mengunjungi Taman Sari. Fokuskan waktu kalian pada :
    • Umbul Pasiraman : Kolam Pemandian yang ikonik dan estetik untuk berfoto.
    • Sumur Gumuling : Lorong dan masjid bawah tanah dengan arsitektur melingkar yang sangat menakjubkan.
  • 16.00 – 17.30 : Menuju kawasan Jalan Malioboro. Jika membawa kendaraan, pastikan kalian sudah memarkirkan kendaraan karena kebijakan Car Free Night dimulai pukul 17.00 WIB.
  • 17.30 – 20.00 : Menikmai suasana trotoar yang luas di area Jalan Malioboro. Kalian bisa berburu oleh-oleh di Teras Malioboro atau Pasar Beringharjo, sembari berburu oleh-oleh jangan lupa juga jajan Lumpia Samijaya.
  • 20.00 – Selesai : Menikmati suasana Malam di Warung Lesehan atau Angkringan Kopi Joss. Kalian juga bisa memesan makanan otentik angkringan jogja yaitu nasi kucing lalu kembali ke penginapan kalian setelah puas.

Hari ke Dua : Fokus Petualangan Sains dan Senja di Jantung Kota

  • 08.30 – 09.00 : Sampai di Taman Pintar lebih pagi untuk menghindari antrean.
  • 09.00 – 12.00 : Eksplorasi Wahana Sains Interaktif. Fokuskan kunjungan kalian ke :
    • Gedung Oval & Kotak : Mencoba berbagai alat peraga iptek dan zona fisika.
    • Planetarium : Menyaksikan simulasi langit malam Yogyakarta dengan proyektor digital.
    • Dino Adventure : Menjelajahi sejarah purbakala dengan nuansa petualangan.
  • 12.00 – 16.30 : Ini adalah waktu fleksibel kalian. Kalian bisa kembali untuk beristirahat di hotel, atau menjelajahi Benteng Vredeburg. Namun penulis tidak memaparkan biaya-biaya yang mungkin timbul di Benteng Vredeburg, jadi ada baiknya kalian menyediakan budget lebih jika kalian ingin ke Benteng Vredeburg.
  • 17.00 – 18.30 : Menuju kawasan Titik Nol Kilometer. Ini adalah waktu terbaik untuk berfoto dengan latar belakang bangunan tua bergaya Belanda yang ada di Kawasan tersebut.
  • 19.00 – Selesai : Bersantai di area Titik Nol Kilometer sembari melihat kondisi sekitar atau berinteraksi dengan orang-orang di sekitar.

Tabel Estimasi Budget untuk Bepergian 2 Orang

    Berikut ini adalah tabel estimasi budget yang penulis susun berdasarkan riset-riset biaya dari masing-masin destinasi wisata.

Kategori Detail Aktivitas / Kuliner Estimasi Biaya (2 Orang)
Destinasi Hari 1 Tiket Masuk Keraton Yogyakarta Rp. 30.000,-

 

Tiket Masuk Taman Sari Rp. 30.000,-

 

Kawasan Malioboro Gratis
Destinasi Hari 2 Taman Pintar (Gedung Oval & Kotak) Rp. 48.000,-

 

Taman Pintar (Planetarium) Rp. 50.000,-

 

Kawasan Titik Nol Kilometer Gratis
Kuliner Legend Gudeg Yu Djum (Estimasi Nasi Telur + Ayam) Rp. 64.000 - Rp. 84.000 ,-

 

Lumpia Samijaya (4 Pcs) Rp. 20.000 - Rp. 24.000,-

 

Angkringan Kopi Joss (2 Orang) Rp. 30.000 - Rp. 50.000,-
Parkir & Izin Parkir Motor/Mobil (Estimasi 4 Lokasi) Rp. 12.000 - Rp. 40.000,-
TOTAL ESTIMASI

 

Rp. 284.000 - Rp. 356.000,- 

    Yogyakarta memang punya caranya sendiri untuk membuat setiap sudutnya terasa romantis dan dirindukan bukan? Jadi kapan kalian berencana untuk ke Jogja? Jangan lupa jika kalian punya update informasi, pengalaman di salah satu destinasi wisata diatas, dan cerita unik di Jogja, share di kolom komentar! Selamat berlibur di Kota Pelajar!

Komentar